PART V THORIEQOH IBRAHIM ALAIHISSALAM

TAFAKKUR YAUMI


Seri 05
NABI IBRAHIM DAN KELUARGANYA ADALAH ORANG-ORANG YANG PALING BAHAGIA

(Lanjutan thoriqoh mereka )

3. Ajwibah Fawriyah dan itmaam terhadap segala ketetapan perintah dan larangan Allooh Ta'ala

Yang dimaksud Ajwibah Fawriyah adalah jawaban sepontan Nabi ibrahim  AS tanpa melalui berfikir panjang karena percaya bahwa yang ditetapkan Allooh adalah utk kebahagiaan hamba hambaNya.
Dan itmaam adalah Nabi ibrahim AS melaksanakannya dengan  CERDAS dan  TANGKAS  serta MAWAS dari segala tipu daya syetan, sehingga dapat terlaksana dengan TUNTAS dalam bingkai IKHLASH.

Diantaranya adalah :

a. Ketika diperintahkan oleh Allah Ta'ala untuk memotong kuku,  Nabi lbarahim AS segera melakukan dengan cara membuat menggigit. Karena itulah cara tercepat yang dapat dia lakukan.

Dikemudian hari ada satu keyakinan, bahwa menggigit kuku itu Kuwalat, katanya. Karena kuku lebih tua daripada gigi. Alasannya gigi mulai tumbuh ketika anak berusia 7 atau 8 bulan sementara kuku dari lahir.

b Ketika diperintahkan oleh Allah Ta'ala untuk berkhitan, jawaban Fawriyah nya adalah dengan menggunakan alat yang tercepat diperoleh dan relatif aman utk memotong. Dan itu adalah qodum, kampak.

c. Ketika diperintahkan Membawa salah satu istrinya (Hajar) dan bayinya (lsma'il) dan dari wilayah Falesthina ke Makkah,  satu lembah yang tidak ada pepohonan. Yang ada hanya Batu dan pasir.

Setelah menempuh  perjalanan berhari hari (siang kepanasan malam kedinginan)  sampailah mereka di  Makkah. Dan setelah 3 malam di Makkah,  Allooh perintahkan Nabi ibrahim AS utk melakukan da'wah ke tempat lain yang ditunjuk dengan meninggalkan bayinya dan ibunya.

Bayi dan ibunya ini  adalah penduduk pertama yang menghuni di sekitar baytullooh.

Sang istri protes keras ketika Nabi ibrahim AS pamit akan pergi.  Menyadari ditempat itu tidak ada manusia yang lain, juga tidak ada bakal kehidupan.

Namun setelah sang istri mengetahui bahwa kepergiannya adalah atas perintah Allooh. maka dia berkata kepada sang suami :
" Pergilah engkau wahai Kekasih Allooh !!!. Jangan risaukan kami.  Allooh pasti tidak akan menyia nyiakan dan menelantarkan kami karena Engkau pergi atas perintahNya "

Alloohu Akbar !!!

Sang Kholilullooh pun pergi meninggalkan tambatan hatinya tanpa menoleh.  Airmata mengalir deras di pipi.
Sebelum jauh meninggalkan mereka,  naiklah dia ke Jabal Qubaisy, menengadahkan tangan, menitipkan mereka kepada Robbnya Yang Maha Penjaga, yang memerintahkan dia untuk pergi.

Nabi ibrahim AS menuju ke Falasthina menjemput istri pertamanya;  Saaroh lalu menuju tempat yang dikehendaki Allooh. Dan lalu Allooh anugrahkan anak dari Saaroh dan diberi nama lschaaq, yang selama ini belum dikaruniai anak, sampai sampai dia usul agar Nabi ibrahim menikahi Hajar.

Sementara itu,  Hajar berjihad membesarkan  Isma'il , mendidiknya sesuai pertumbuhan dan perkembangan akal dan fisiknya, melaksanakan apa yang telah diajarkan oleh Sang Kholilullooh; Ibrahim AS.


Senin,
6 Dzulchijjah 1438 H

# Ayo  teladani Nabi Muchammad  dan Nabi Ibrahim.

in syaa Allooh

bersambung ----->

Komentar

Postingan populer dari blog ini